Menang Kontes, Ayam Jago Bisa Laku Jutaan Rupiah

JEMBER- Ayam jago tak selalu tanding adu otot. Apalagi dibuat ajang judi. Buktinya, Himpunan Penggemar dan Peternak Ayam Pelung (HIPPAP), berhasil menggelar kontes yang mengandalkan kemerduan suara ayam, di salah satu tempat wisata di Kaliurang, Sumbersari Jember, Minggu (28/07).

Memang, ayam yang dikonteskan tak sekedar ayam biasa. Mereka menyebutnya Ayam Pelung. Jenis ayam yang mampu berkokok (suara) panjang dan tentunya merdu. Karena memiliki keunikan dan tergolong langka, ayam jenis ini pun akhirnya bernilai jual tinggi.

Seperti yang disampaikan Panji Sanjaya – ketua penyelenggara kontes yang mengakui, bahwa ayam yang dikonteskan bernilai jutaan rupiah. Bahkan katanya, ayam yang langganan juara hingga tingkat nasional, harganya sangat fantastis, sampai ratusan juta rupiah. “Mahal karena Ayam Pelung punya keistimewaan. Harganya bisa mulai Rp 1 juta hingga Rp 50 juta,” katanya.

Masih kata Panji, selain karena keunikan dari suaranya, ayam tersebut memiliki janggut panjang dengan jengger ganjil yang berada di kepalanya. Bobotnya pun cukup besar dibandingkan ayam kampung pada umumnya. “Bobotnya hingga mencapai 5 – 7 kg,” ungkapnya.

Dalam kontes yang dihelar, penilaian meliputi penampilan, suara dan bobot yang dimilikinya. “Kategori bobot sendiri penilaiannya pada saat pendaftaran awal” jelasnya.

Habibah, salah seorang peserta yang berasal dari Malang, mengalu kali pertama mengikuti kontes tersebut. Dia merasa sangat senang karena kontes semacam itu jarang ada. Selama ini, kontes hewan yang dia ketahui hanya berupa kontes burung berkicau saja. “Saya menyukai kontes ini karena jarang ada, dan yang diikutkan kontes berupa ayam yang unik, kontes yang ada biasanya hanya burung yang saya ketahui, “ katanya.

Tidak hanya itu, selain dirinya menyukai dari keunikan yang ada pada ayam tersebut, perawatannya yang dirasa cukup berbeda dengan ayam kampung pada biasanya. “Perwatan dari ayam ini dengan diberi makan pisang dan beras merah, dan ayam saya satu minggu sebelum diikutkan kontes saya sendirikan tempatnya dari ayam kampung biasa, agar suara khas dari pelung ini tidak rusak karena bercampur dengan suara ayam kampung pada umumnya,” paparnya.

Perlu diketahui, Ayam Pelung itu sendiri berasal dari Cianjur,  Jawa Barat.  Sedangkan kegiatan yang diselenggarakan, dilakukan tiga bulan sekali. Khusus even tersebut, peserta yang mengikuti hanya berasal dari Jawa Timur. Seperti, Jombang, Kediri, Nganjuk, Malang, Madura, Probolinggo, Jember, Lumajang, Banyuwangi. (Badril Umam).

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password