Kemarau, Hutan Rawan Kebakaran

JEMBER – Musim kemarau membuat hutan di Jember kekeringan. Dedaunan, ranting, hingga cabang kayu dalam hutan kering. Sekali kena api, bisa-bisa langsung kebakaran.

Supaya hutan di Jember terhindar dari kebakaran, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Seputih, menggelar Apel Siaga Pengendalin Kebakaran Hutan (Dalkarhutla), Selasa (23/7). Pihak Perhutani melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)  yang menjadi binaannya.

Administratur Perhutani KPH Jember, Rukman Supriatna, menjelaskan kegiatan tersebut tak lain untuk meningkatkan kapasitas kemampuan anggota Perhutani, BPBD, Polri, TNI dan masyarakat. “Kita meningkatkan kesiap siagaan bersama yang bersinergi antara masyarakat dan Perhutani,” katanya.

Katanya, KPH Jember memiliki luas lahan 72.000 hektare. Di mana katanya, ada 3 hingga 4 titik rawan kebarakan. “Titik rawan berada di wilayah sub selatan, seperti Kecamatan Ambulu dan Wuluhan,” ungkapnya.

Kata dia, terjadinya kebakaran hutan tidak luput dari masyarakat yang membuang puntung rokok sembarangan di area hutan. “Titik kebakaran hutan di Jember bukan berada di wilayah hutan rimba, mudah-mudahan setiap kebakaran di Jember bukan unsur kesengajaan oleh masyarakat,” tuturnya.

Sedangkan menurut anggota LMDH Seputih, Mattinggal, dia dan anggota LMDH lainnya merasa bersyukur dengan adanya simulasi kebakaran hutan tersebut. Bahkan dia membandingkan,  ketimbang simulasi yang pernah digelar sebelumnya, sistem yang baru dipelajarinya dinilai lebih efektif. “Sekarang lebih tersistematif dan efektif,” akunya.

Mattinggal berharap, adanya simulasi ini bisa membuat masyarakat hutan dan pinggiran hutan bisa mengatasi kebakaran dengan cepat apabila terjadi kebakaran hutan diwilayahnya. “Ini ilmu bagi kita yang tinggal di pinggiran maupun dalam hutan, dan masyarakat untuk lebih hati-hati dalam membuang puntung rokok di area hutan,” tuturnya. (Samsul Arifin)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password