Peredaran Miras Marak di Jember

JEMBER- Peredaran Miras di Kabupaten Jember dari 0 Persen sampai 5 persen bahkan ada yang memcapai 40 persen kadar alkoholnya. Empat tempat karaoke di Jember menjadi sasaran poling data kepemilikan miras sesuai dengan Perda Kabupaten Jember no. 3 tahun 2018, selasa (30/4/2019).

Menurut Kabida Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kabupaten Jember, M Syamsu Rijal bahwa Satpol PP mengambil tindakan untuk memulai dari aspek memonitoring dan pemantauan. “Kita harus juga mempersiapkan infrastruktur terkait perizinannya karena disana ada namanya SIUP MB berbagai golongan A, B, C itu harus wajib termasuk penjual langsung memiliki SIUP MB,” katanya.

Satpol PP akan terus berkoordinasi dengan Dinas terkait yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Disperindag & ESDM, dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember. Sanksi ada tiga yaitu sanksi administratif, pidana, dan tipiring. “Kita masih belum menerapkan sanksi-sanksi tersebut maka kita perlu ada semacam monitoring dan pemantau terlebih dahulu karena tidak bisa kemudian menerapkan sanksi-sanksi tanpa ada sosialisasi, pembinaan, monitoring dan pemantauan,” kata M. Syamsu Rijal.

Kabid PPHD menyampaikan bahwa hari ini hanya memotret dan mendata terlebih dahulu, karena data yang masuk dimana barang-barang tersebut dalam barang pengawasan sesuai dengan Perda, maka untuk entri poin seperti mendata dahulu, apa jenisnya, prosentasenya, jenis golongan apa saja, indikasi tempat-tempat yang jual secara langsung tetapi tanpa ijin. “Perda no. 3 tahun 2018 yang sudah berlaku ini bisa efektif berlaku dengan baik,” ujarnya.

Konteks Satpol PP menginisiasi hal tersebut karena salah satu momentum menjelang bulan Ramadhan yang masuk dalam program jangka pendek, sedangkan jangka panjangnya di data dan di potret peredaran miras di Kabupaten Jember. “Perda golongan A itu 0 – 5 persen, golongan B itu dari 5 – 40 persen, dan golongan C itu diatas dari pada itu, dan yang ditemukan rata-rata golongan A yaitu dibawah 5 persen tetapi ada tadi sisa diminun sudah ada 40 persen, yang indikasinya itu diminum dan pasti mereka jual disini,” tuturnya.

Penjualan miras di Kabupaten Jember rata-rata tidak bisa menunjukkan dokumen untuk berjualan miras, tetapi pada intinya Satpol PP harus juga fernes, bahwa ada aturan Perda tentang pengendalian minuman yang beralkohol. “Suatu saat akan ada peningdakan pasti karena sudah ada monitoring, pemantauan maka terakhir penindakan,” tegas M. Syamsu Rijal. (Samsul)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password