Beda Dapil, Beda Hak Pilih

JEMBER – Masyarakat tak boleh lagi nyoblos di TPS luar tempat tinggalnya. Semisal terpaksa, maka yang bersangkutan hanya boleh menyoblos surat suara sesuai haknya.

Seperti yang disampaikan komisioner KPU Jember, Ahmad Hanafi, saat menjadi pemateri talkshow Gerakan Cerdas Memilih “Pemuda Sadar Pemilu” yang digelar RRI di Hotel Meotel Jember, Selasa (12/3).

Hanafi memberikan contoh, semisal warga Kecamatan Patrang yang termasuk daerah pemilih (Dapil) 1 Jember, kemudian ingin memilih di TPS Sumbersari yang masuk Dapil 3 Jember, maka yang bersangkutan tidak berhak menerima surat suara untuk DPRD Jember.

Pun demikian dengan warga Kabupaten Banyuwangi yang termasuk Dapil 3 Jatim, kemudian ingin mencoblos di Jember yang ada di Dapil 4 Jember. “Kalau beda dapil yang begitu, maka yang bersangkutan hanya berhak mencoblos DPD RI dan Capres,” terangnya.

Tentu yang demikian, bisa jadi rawan golput banyak disumbang mahasiswa, karena ada keterbatasan haknya tersebut. Terlebih seperti yang disampaikan Humas Universitas Jember, Agung Purwanto, yang mengungkapkan hanya sekitar 10 persen mahasiswa Unej yang ber-KTP Jember.

Namun bisa jadi, jika kesadaran mahasiswa atas Pemilu tinggi, maka yang bersangkutan pulang kampung untuk mencoblos. “Sebab saat Pemilu berlangsung, perkuliahan diliburkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Jember, Imam Tabroni Pusaka, menilai regulasi yang disampaikan komisioner KPU Jember itu, bagian dari upaya meminimalisir mobilisasi pemilih di luar dapil. “Bawaslu bekerja profesional dan independen,” tegasnya.

Selain komisioner KPU, Bawaslu dan akademisi Unej, RRI Jember juga menghadirkan salah satu petinggi Kominfo, Bambang Gunawan. Seperti komitmen RRI untuk mensukseskan Pemilu 2019, talkshow tersebut bagian dari semangat “Memilih itu Juara”. (rully efendi)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password