Aktivis Punya Musuh Baru, Namanya Hoax

SURABAYA- Berita bohong (Hoax) bukan hanya musuh para pekerja media. Bahkan hoax bisa mengancam keutuhan bangsa, karena kekuatan fitnahnya begitu masif.

Seperti yang disampaikan Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, Lutfhi Item, saat mengisi diskusi bersama Aktivis HMI Badko Jatim, Jumat (1/3) sore. Dia meminta, aktivis mahasiswa juga harus memerangi hoax.

Sebagai aktor organisatoris, kader HMI harus rajin melakukan verifikasi data yang diterima melalui berita. Katanya, saat ini tidak semua berita akurat dan faktual. “Jangan sampai kader HMI yang dikenal akademis, ikut andil sebagai produsen hoax,” tegasnya.

Pun demikian yang disampaikan perwakilan Diskominfo Jatim, Taufik. Dia pun meminta, sebelum share berita perlu disaring terlebih dahulu. “Paling aman, cari website dari media mainstream,” sarannya.

Diakuinya, mudahnya membuat website di dunia maya, dimanfaatkan para produsen hoax dengan menciptakan media abal-abal yang seolah-olah mainstream. Bahkan tak jarang, namanya pun dibuat menyerupai.

“Namun saat diklik, beritanya hoax,” ungkapnya. Nah yang demikian ini, butuh sikap kritis pada aktivis mahasiswa seperti kader HMI.

Sementara Itu, Ketua Umum HMI Badko Jatim, Yogi Pratama, meminta kader HMI banyak membaca. Sebab katanya, rendahnya literasi digital yang dikuasi publik, mempersubur berkembangnya berita bohong. (*)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password