Mahasiswa adalah Agent of Change

Salah satu fungsi mahasiswa adalah sebagai agent of change atau sebagai pembawa perubahan bagi lingkungan maupun negara secara umum. Perubahan ke arah positif merupakan cita-cita suci para pendiri bangsa ini. Perubahan positif dihasilkan dari input dan proses yang benar. Salah satu proses yang dapat dilakukan mahasiswa ialah dengan aktif mengikuti kegiatan yang sifatnya akademis maupun non akademis dengan satu tujuan menjadi mahasiswa berprestasi agar dapat mewujudkan cita-cita bangsa.

Mahasiswa seringkali disebut-sebut sebagai cerminan dari kondisi pendidikan suatu bangsa. Namun, kondisi hari ini mengatakan bahwa mahasiswa aktif yang berprestasi jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang). Padahal, Pemerintah dengan berbagai cara telah berusaha menumbuhkan rasa prihatin akan kemalasan kepada mahasiswa dengan pelaksanaan berbagai program kerja dengan objek utama adalah mahasiswa. Mahasiswa mendapat dukungan penuh untuk mencari passion atau hasrat hidupnya agar kelak mereka menjadi generasi gemilang.

Melihat kondisi ironis tersebut, dua mahasiswa dan satu mahasiswi dari Universitas Jember rela mengesampingkan waktu bermain untuk lebih memilih melakukan hal-hal besar yang mereka yakini akan bermanfaat di kemudian hari. Mereka tidak lagi mencari peluang, tetapi benar-benar memanfaatkan peluang yang memang telah ada. Mereka mencoba menguji kerja keras dan keberuntungannya di suatu lomba South East Asia Business Model Canvas yang diadakan oleh University of Darussalam Gontor Kabupaten Ponorogo.

Business model canvas bisa dikatakan sebagai gaya baru dalam dunia akademisi untuk mencari bibit-bibit baru dengan ide kreatif inovatif di bidang wirausaha. Biasanya setiap bisnis start up membutuhkan BMC untuk memperkuat ide bisnisnya. Melihat peluang itu, Universitas Darussalam Gontor memanfaatkan peluang tersebut dengan mengadakan berbagai lomba berstandar Internasional seperti Marketing debate, intelligent Quiz Paper, BMC dan masih banyak lagi.

Dengan jumlah peserta lomba BMC sebanyak 96 se-Asia Tenggara, Tim dari Universitas Jember berhasil meraih juara ke II di lomba Entrepreneur Days 2019 tersebut. Dari 96 peserta dipilih sebanyak 10 finalis yang berasal dari universitas luar yakni malaysia, Filipina, Brunai dan perguruan tinggi yang berasal dari Indonesia, diantaranya : UGM, Universitas Mercu Buana, Institut Teknologi Bandung, unpad, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Brawijaya.

Tim tersebut terdiri dari Muhammad Alvian Alfaridzi sebagai ketua tim. Yovian Bugarianda, dan Siti Yolanda Rahman Utami sebagai anggota tim. Mereka mengangkat potensi produk unggulan Kabupaten Jember berupa turunan Produk olahan kopi dan kakao agar memiliki nilai jual Tinggi dan mampu bersaing di pasar Internasional. pada tanggal 19-20 Februari, mereka bersaing ketat dengan tim lainnya yang saling ingin membanggakan almamater masing-masing. Biaya diserahkan penuh kepada fakultas masing-masing, dengan begitu membuat mereka lebih optimal dalam mempersiapkan semua hal mengenai lomba. Kerja keras, fokus dan komitmen membuat mereka berhasil memenangkan lomba tersebut.

Semua itu selaras dengan visi HIPMI Jember terhadap semua HIPMI PT bahwa semua mahasiswa harus dapat aktif dalam organisasi dan unggul dalam prestasi akademik maupun non akademik khususnya wirausaha. Hipmi PT Universitas Jember berhasil mendelegasikan beberapa koleganya ke South East Asia Business Model Canvas, dan hasilnya tidak mengecewakan, tim dari Hipmi PT Universitas Jember berhasil membawa piala kemenangan kedua karena telah terbukti lebih unggul dan mampu bersaing dengan tim finalis lomba bisnis model canvas dari universitas lain. Hal ini merupakan suatu kebanggaan bagi Hipmi Jember, Hipmi PT Universitas Jember, serta Universitas Jember. (Danial)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password