Gising Institute Sebut Film Ahok Menginspirasi

JEMBER- Film “A man Called Ahok” mulai tayang di bioskop Jember. Nama mantan Gubernur DKI Jakarta : Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menjadi daya tarik hingga film itu booming di Jember.

Sejumlah wartawan, ikut nonton film yang mengisahkan kisah Ahok dan keluarganya di Belitung. Mereka nonton bersama Gising Institute, di New Star Cineplex Jember, Kamis (16/11).

Rully Efendi, salah satu penggagas Gising Institute, menilai bahwa Ahok menjadi salah satu simbol, pejuang toleransi di Indonesia. “Film yang ditayangkan ini menunjukkan, sosok ayah Ahok dan keluarganya, bisa hidup berdampingan di kampung halamannya. Saya pun sebut ini menginspirasi,” paparnya.

Ahok, kata Rully yang keturunan Tiong Hoa, mampu menyadarkan anak bangsa, bahwa siapa pun berhak jadi pemimpin daerah di Republik Indononesia ini. “Pemimpin itu bukan dilihat siapa kamu?. Tapi apa yang akan dan telah kamu lakukan selama ini,” jelasnya.

Seperti sikap integritas Ahok. Sejak dia jadi anggota DPRD tingkat kabupaten dengan partai “gurem”, Ahok sudah berani melawan korupsi. Bahkan di film-nya, digambarkan Ahok menolak dana kunjungan kerja fiktif. “Akhirnya, rakyat dan tuhan berpihak hingga akhirnya Ahok jadi bupati,” imbuhnya.

Paling penting isi pesan film Ahok tersebut kata Rully, ada kekuatan keluarga yang mendidik anak-anaknya dengan nilai kebajikan, akan mampu melahirkan pemimpin berani, jujur, anti korupsi dan tentu menjunjung tinggi toleransi seperti Basuki Tjahaja Purnama. (*)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password