Soal KTP-el Bupati Faida, Begini Penjelasan Dirjen Dukcapil

JEMBER- Kasus OTT Pungli adminduk yang dilakukan Kepala Dispenduk Capil Jember dan seorang calo, terus menggelinding seperti bola liar. Salah satunya, soal KTP-el Bupati Faida yang ditemukan lebih dari satu.

Menyikapi persoalan tersebut, wartawan Indikator Online mencoba mengkonfirmasi ke pihak yang berkompeten. Konfirmasi dilakukan, supaya tafsir KTP-el ganda bisa terang benerang.

Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, membenarkan pemilik KTP ganda bisa dijerat pidana. Namun soal definisi KTP ganda, begini penjelasannya.

Katanya, KTP ganda ialah dua KTP dengan satu orang yang sama, namun Nomor Induk Kependuduk (NIK) berbeda. Jadi, semisal masih dengan NIK yang sama, maka tegas disebut bukan KTP ganda.

Persoalan satu orang dengan NIK yang berbeda, diyakini tidak ada lagi di era KTP-el. Sebab pembuat KTP, harus merekam sidik jari. Jika berusaha membuat KTP beda NIK, secara otomatis datanya akan terblokir oleh sistem. “Selain itu, kornea mata yang bersangkutan juga direkam,” imbuhnya.

Selain itu, pria bergelar profesor itu sempat menyampaikan, KTP palsu dijelaskan bahwa KTP yang antara data fisik dengan data yang ada berbeda dengan database. “Apabila ada penduduk memiliki KTP-el lebih dari satu dengan NIK yang sama, tetapi isi datanya berbeda dengan database, maka KTP-el itu dipastikan palsu,” paparnya.

Pernyataan profesor yang juga birokrat dengan jabatan Dirjen Dukcapil tersebut, membuat semakin terang, bahwa temuan KTP-el Bupati Faida dari tangan tersangka OTT, bukan masuk kategori ganda apalagi palsu. Karena jelas, NIK-nya sama dan terdata dalam database. (*)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password