Pancasila Perspektif Sang Nasionalisme, Ahmad Basarah

Wakil Ketua MPR-RI, Ahmad Basarah, sengaja datang ke Jember untuk ikut menggelorakkan Pancasila. Dia, tertarik menemui Bupati Faida, karena dinilai kuat membumikan Pancasila di kota Pandhalungan Jember.

Wawancara ekslusif pun dilakukan wartawan Indikator Online dengan politisi PDI Perjuangan tersebut. Seperti apa?

*Sebenarnya, bagaimana kondisi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan apa yang harus dilakukan pemerintah?

Pemerimtah harus membangun semanagat nasiomalisme dan patrolisme. Sejak dihapuskannya P4, dibubarkannya PP7 mata pelajaran Pancasila, generasi muda kita ini mulai kehilangan memori kolektifnya tentang sejarah bangsa.

Pancasila dibentuk, dilahirkan dan disepakati. Bagaimana para pendahulu bangsa berjuang, berihktiar dan akhirnya bersepakat,membentuk negara Pancasila. Dan itu tidak diketahui generasi bangsa saat ini.

Bagaimana mungkin nasionalisme kecintaan tanah air terbentuk.

Kata kunci pertama ideologi harus ditanamkan, indoktrinasi. Seperti kita ditanamkan agama masing-masing oleh orang tua sejak kita lahir. Jadi tidak mungkin, kita kemakan propaganda kaum liberal yang melarang Pancasila dilarang indoktrinasi.

Bagaimana sebuah ideologi masuk dalam alam pikir dan renung batin setiap anak bangsa jika tidak diajarkan.

Oleh karena itu, mata pelajaran Pancasila harus dihidupkan lagi. Harus dimasukkan lagi dalam mata pelajaran pokok. Seperti jaman saya sekolah dulu : mata pelajaran Pancasila titik.Bukan seperti sekarang, dibahas sekilas dalam mata pelajaran kewarganegaraan.

Tidak boleh begitu. Wong ideologi negara kok diajarkan sekilas.

Pancasila tidak cukup diajarkan hanya dikelas. Tapi mulai dari masyarakat. Seperti yang dilakukan Bu Faida hari ini. Menggelorakan Hari Lahirnya Pancasila.

Setelah itu harus ada keteladanan. Pancasila itu juga ada paduan bermoral dan berbangsa. Oleh karena itu, Pemimpin-pemimpin harus jadi tauladan kepada generasi bangsanya.

Harus dimulai dari pemimpinnya. Dan demikian Pancasila menjadi ideologi hidup di tengah-tengah masyarakat.

*Bupati Jember menginginkan Jember menjadi laboratarolium Pancasila. Kira-kira apa sih yang harus disiapkan bupati?

Ya. Saya kira itu yang harus diapresiasi. Bupati Jember dan wakilnya pada saat disumpah jadi bupati, janji yang pertama harus setia pada Pancasila.

Setiap pada Pancasila tidak hanya diucapkan dalam lisan. Tapi itu harus diwujudkan dalam kebijakan.

Jadi apa yang dilakukan bupati Jember menunaikan janjinya, untuk setia dan mengamalkan Pancasila.

Kalau semua bupati, walikota, gubernur dan pemimpin-pemimpin pemerintahan menjalankan Pancasila dengan benar, saya yakin Pancasila akan menjadi ideologi yang hidup di tengah-tengah masyarakat kita.

Dengan demikian, ruang untuk membandingkan apalagi memasukkan ideologi-ideologi lain dari luar masuk ke Indonesia akan dapat diredam.

*Apakah nanti jika Pancasila dikembalikan ke sekolah,apakah tidak akan ada monopoli pemaknaan yang dilakukan pemerintah yang berkuasa hari ini?

Itu soal metodelogi. Dalam arti kita tidak lagi melakukan sosialisasi Pancasila dengan cara orde baru yang membuat Pancasila itu seakan-akan hanya tafsir rezim, tafsir pemerintah. Sehingga kegunaannya pun kadang-kadang untuk maksud politik.

Ya, untuk membumihanguskan kelompok yang kritis terhadap pemerintah dikasih label : kalau tidak ekstrim kiri, ekstrim kanan.

Lalu kemudian ditangkap, dipenjara dan proses hukum. Itu tidak boleh lagi terjadi. Pancasila harus jadi perekat bangsa, pemersatu bangsa, dan juga sarana akselerasi pembangunan bangsa termasuk pembangunan demokrasi. (*)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password