Beasiswa Perguruan Tinggi Bupati, Integritas dan Kepekaan Sosial

JEMBER- Terus membuktikan janji kerja. Faida – Muqit, kembali mengundang ribuan mahasiswa calon penerima beasiswa. Tak tanggung, jumlahnya hingga mencapai 1.713 mahasiswa.

Para mahasiswa itu, digembleng langsung Bupati Faida. Salah satunya, bupati ingin mengkader anak muda intelektual Jember memiliki integritas tinggi. Selain itu, kepekaan sosial juga dilatih bupati.

Salah satunya, bupati meminta mahasiswa peduli anak yatim. Bukan harus memberi uang dari sebagian beasiswa pada si miskin. Melainkan mendata yang kemudian diserahkan pada pemkab.

Tak selesai mendata 25 anak yatim. Mahasiswa penerima beasiswa bupati, juga diminta mendata janda miskin di sekitar rumahnya. “Saya ingin anak muda Jember, punya jiwa kepedulian sesama yang tinggi,” katanya.

Para mahasiswa, bisa mencairkan dana beasiswanya, jika sudah melakukan tugas sosial tersebut. “Bisa jadi penerima beasiswa jika sudah diuji publik,” janjinya.

*Uji Publik Trend Transparansi Ala Faida

Ya. Bupati Faida punya cara yang khas. Setiap kali produk kebijakannya, hampir selalu diuji publik. Lantas, apa uji publik?

“Nanti kita umumkan di koran Radar Jember. Nama-nama calon penerima, ditulis dikoran. Tujuannya, supaya masyarakat ikut mengevaluasi. Semisal ada laporan faktual yang menyebut salah satu mahasiswa tidak layak menerima beasiswa, tentu kita batalkan,” paparnya.

Menurut Faida, sejak dini mahasiswa harus dibudayakan transparan. Mereka harus jujur. Karena republik ini, ada diisi anak-anak muda yang hari ini dia kumpulkan.

Integritas, harus jadi pedoman mahasiswa seperti yang sering digelorakan bupati dengan sebutan tegak lurus. “Mendidik mahasiswa pandai mudah. Tapi untuk jujur, bisa jadi sulit,” sindirnya.

*Larangan Penerima Beasiswa Bupati

Mahasiswa yang ketahuan sebagai pengguna narkoba, akan langsung dicoret sebagai penerima beasiswa. Segala bentu perbuatan kriminal, harus dihindari jika ingin beasiswa tidak melayang.

Tak hanya itu, berkelahi di dalam atau di luar kampus, juga mendapat larangan keras. Terlebih, sampai ketahuan berbuat asusila seperti free sex. “Tak ada ampun. Karena yang antri dan butuh beasiswa masih banyak,” ujarnya.

Terobosan Bupati Faida, tentu menambah harapan anak bangsa meraih pendidikan tertinggi. Mereka bisa lebih merdeka memperoleh hak intelektual dengan kuliah gratis. (*)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password