Gereja Santo Yusuf, Toleransi, Inklusi, Wisata Religi

JEMBER- Gereja Katolik Santo Yusuf, menjadi salah satu gereja kebanggan umat Katolik di Jember. Gereja yang ada di Jalan Kartini Jember, itu memang sudah lama berdiri. Namun kini, gereja tambah menarik karena baru direnovasi.

Semakin menarik, karena gereja memiliki semangat pluralisme yang begitu tinggi. Tak hanya itu, Gereja Santo Yusuf yang baru direnovasi, rupanya lebih ramah difabel.

Salah satu bukti begitu tingginya menjunjung semangat pluralisme,ditunjukkan dengan sikap toleransi. Menghargai umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Ya. Saat peresmian gereja baru di tempat sama, pengurus gereja pun ikut menyajikan menu buka bersama Bupati, Kapolres dan tamu undangan lainnya. “Ini sejarah. Pertama kali ada buka puasa di gereja, dan disediakan makanan buka oleh gereja,” ujar Bupati Faida dengan nada bangga.

Tentu semangat tersebut, seirama dengan Pemkab Jember yang begitu gencarnya melakukan kampanye tentang amalan Pancasila. Bukan kebetulan, peresmian dilakukan sehari setelah peringatan Hari Lahirnya Pancasila.

Gereja Santo Yusuf Jadi Percontohan

Gereja inklusi menjadi label baru Santo Yusuf di Jalan Kartini Jember. Bupati tak ragu, menyebut gereja yang satu ini, bisa jadi percontohan untuk gereja lain di Jember.

Kenapa?, tentu karena di gereja tersebut, mengusung semangat ramah difabel. “Gereja yang ramah difabel, akan lebih memuliakan jamaat berkebutuhan khusus,” ujar dr.Faida, MMR.

Semangatnya tentu sama dengan bupati. Terlebih, Bupati Faida berulang kali menggelorakan semangat Jember kota inklusi. Ya, Perda hingga Perbup tentang disabilitas, sudah ada di Kabupaten Jember.

Selain Itu, Bakal Jadi Wisata Religi

Semangat mewujudkan Jember kiblat wisata religi di Jatim bagian timur, rupanya bukan sekedar menyiapkan masjid dan pondok pesantren sadar wisata. Karena ternyata, Gereja Santo Yusuf, juga disiapkan bupati jadi salah satu tujuan wisata religi Jember.

Menurut Faida, secara histori Gereja Santo Yusuf, sudah melegenda di Jember. Selain itu, arsitektur baru hasil renovasi, rupanya juga dinilai “layak jual” karena memang menarik dipandang.

Gereja yang berdiri sejak Indonesia merdeka ini, tentu memiliki sejarah yang panjang. Paling menarik kata Faida, ada kerukunan umat beragama di gereja tersebut, yang mampu dijaga dengan baik.

Umat Katolik Jember Bangga

Sementara itu, perwakilan Gereja Santo Yusuf Jember, Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm, menyampaikan rasa bangganya atas pengakuan dari bupati berhijab tersebut.

Katanya, tujuan renovasi gereja, tak lain untuk memfasilitasi umat Katolik beribadah pada tuhan. “Gereja diperindah supaya umat gereja semakin betah,” katanya.

Sikap bupati bersama pejabat lain yang mendukung keberadaan Gereja Santo Yusuf Jember, membuktikan bahwa umat Katolik begitu diterima dengan baik oleh pemerintah. Karena itu, Gereja Santo Yusuf akan selalu mendukung pemerintah serta mendukung pengamalan Pancasila sebagai dasar NKRI.

Ia mengatakan, umat Katolik juga selalu diimbau oleh pemimpin untuk ikut terlibat dalam kehidupan masyarakat, tidak memisahkan diri, tetapi terlibat menjadi warga Indonesia yang baik. (*)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password