Seluruh Desa Di Sukorambi Buat Perdes Perlindungan Burung

“Desa se Kecamatan Sukorambi akan membuat regulasi Perdes (peraturan desa) tentang perlindungan perburuan satwa terutama burung merpati”.

Demikian kata Pembina totta’an dereh (Pelepasan Burung Merpati) Kecamatan Sukorambi Bhisma Perdana saat di konfirmasi setelah event totta’an dereh di lapangan Sukorambi, Sabtu (2/9/2017).

Menurut Bhisma Perdana, Pembina sekaligus Kepala Desa Jubung, bahwa totta’an dereh merupakan tradisi yang sudah berlangsung turun – temurun dari generasi ke generasi, dan salah satu bentuk silaturrahim antara sesama penghobi totta’an dereh.

“Burung merpati dalam filosofinya adalah penyampaian pesan damai, dengan pelepasan burung merpati maka kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa kita,” pesannya.

Menurut Camat Sukorambi Bambang Rudi bahwa yang mengikuti totta’an dereh selain dari Kecamatan Sukorambi juga dari beberapa kecamatan di Kabupaten Jember antara lain Kecamatan Silo, Panti, Rambi, Partrang, dan Arjasa.

“Jumlah burung merpati yang mengikuti totta’an dereh sebanyak 3000 ekor,” ujarnya.

Camat Sukorambi berharap totta’an dereh akan menjadi wisata baru yang digelar dalam setiap tahunnya dan bisa membawa wisatan untuk datang ke Jember terutama Kecamatan Sukorambi.

“Kita juga mempunyai tempat wisata seperti wisata bunga mawar, cafe tengah sawah, dan masih banyak potensi wisata alam yang masih banyak orang belum tau,” harapnya. (Samsul Arifin)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password