Anak di Bawah Umur Menyumbang Angka Kecelakaan di Jember

JEMBER, Indikatoronline – Anak di bawah umur menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalulintas (lakalantas) tertinggi, bahkan dari total angka lakalantas di Jember, 70 persennya adalah melibatkan kendaraan roda dua yang mayoritas anak dibawah umur yang tidak mempunyai Surat Ijin Mengemudi (SIM).

“Untuk itu, Satlantas Polres Jember akan mengadakan sosialisasi ke desa-desa terkait bahayanya anak di bawah umur bisa mengendarai sepeda motor,” terang Kasat Lantas Polres Jember, AKP Nopta Histaris Suzan.

Menurutnya, masih banyak orang tua yang ada di desa belum paham bahayanya mengizinkan anak di bawah umur mengendarai motor. Mereka juga tidak mengawasi anaknya untuk berkendara sendiri.

“Data kita, penyumbang terbanyak dalam lakalantas adalah sepeda motor kemudian tidak mempunyai SIM,” kata Nopta.

Nopta menambahkan, pihaknya akan turun ke desa-desa untuk mengingatkan kepada seluruh warga untuk berhati-hati kepada anaknya masing-masing. Kepolisian juga mengimbau agar masyarakat tak mengizikan anak mereka menaiki motor.

“Kita bisa hindari bahaya kecelakaan lalulintas, kalau anak-anak kita batasi atau jangan terlalu bebas mengendara sepeda motor. Intinya kalau tidak penting pakai motor cukup diantar sama orang tuanya,” jelasnya.

Orang tua harus mengawasi anaknya, sebab menurut Nopta, selain khawatir terlibat kecelakaan mereka juga rentan mengikuti geng motor atau kelompok yang suka balap liar, karena itu sangat merugikan mereka sebagai generasi penerus bangsa.

“Itu bahaya. Sedini mungkin kita harus membatasi ruang lingkup anak yang leluasa menggunakan kendaraan bermotor, terutama yang belum punya SIM dan yang belum tau apa-apa tentang pengetahuan berlalulintas,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia berharap, orang tua di Jember menjaga anak-anak mereka biar masa depannya cerah, bisa menjadi orang hebat, berprestasi, dan tidak menjadi cacat dan meninggal hanya gara-gara menggunakan sepeda motor di jalan raya.

“Di jalan raya kebanyakan masih anak SD dan SMP yang menggunakan motor. Campur tangan orang tua itu lebih besar karena waktu orang tua setiap harinya bersama anaknya,” harapnya.

Kasatlantas Polres Jember juga berpesan, agar masyarakat mengubah kebiasaan yang dulu menjadi tradisi anak di bawah umur boleh mengendarai motor. Apalagi mengajari anak berusia 6 – 7 tahun membawa motor. Kebiasan itu harus dihentikan, karena nanti bisa fatal bagi anaknya.

“Jangan cuma sayang saja kepada anak mempunyai prestasi di sekolah, tetapi juga yang dikawatirkan adalah keselamatan agar tidak menjadi korban lakalantas dan (hidupnya) sia-sia di jalan,” pesannya. (Samsul)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password