Pramuka Harus Menjawab Tantangan Generasi Millennial

Caption: Kepala Dispora Jember, M. Dedy Nurahmadi, ketika memberi sambutan dalam temu Karang Pamitran Pembina Pramuka Kabupaten Jember 2017, di Gedung Lemcadika, Senin (22/5/2017). (Foto: Samsul Arifin/Indikator)

JEMBER, Indikator – Gaya hidup generasi millennial, yang lahir setelah tahun 1980-an, cenderung praktis dan hura-hura, terutama dikota-kota besar. Mereka memiliki cara tersendiri meluapkan ekspresi. Dunia mereka tidak bisa lepas dari hiburan dan teknologi, terutama internet.

Dalam menghadapi tantangan problem generasi millennial ini, Praja Muda Karana (Pramuka) dapat menjadi jawaban atas persoalan tersebut. Melalui kegiatan-kegiatannya, Pramuka diharapkan mampu menjadi alat pendidikan yang tepat melalui penerapan Tri Satya Pramuka dan juga metode ekletik, yang menggabungkan unsur bermain sambil belajar.

“Pramuka juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman dan mengembangkan pengetahuan di bidang teknologi. Ini akan menjadi jawaban bagi tantangan generasi kedepan, sekaligus sebagai menunjukkan bahwa pramuka tidak dikenal hanya bisa melakukan permainan tradisional saja.”

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jember, M. Dedy Nurahmadi, ketika memberi sambutan dalam temu Karang Pamitran Pembina Pramuka Kabupaten Jember 2017, di Gedung Lemcadika, Kecamatan Kaliwates, Senin (22/5/2017).

Acara tersebut diagendakan selama dua hari yang dimulai sejak hari ini, hingga Selasa (23/5/2017) besok sore. Seluruh perwakilan dari 31 kecamatan di Jember hadir. Tercatat ada 150 peserta yang terdiri dari empat Pembina Pramuka dari tiap-tiap kecamatan yang mengutus perwakilannya.

“Agenda ini harus melahirkan peserta-peserta yang memiliki inovasi dan formula baru, sehingga setelah mendapat bimbingan teknik disini mereka dapat memberikan metode baru untuk melatih para anggota pramuka,” ujar Dedy.

Lebih lanjut Dedy berpesan, dalam menghadapi era globlalisasi yang serba canggih dan ancaman generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba, seorang pembina pramuka harus membuat inovasi baru di bidang kepramukaan.

Apalagi, pramuka mendidik kader mulai usia sekolah dasar hingga mahasiswa, sehingga diharapkan bisa menjadi benteng penyalahgunaan narkoba sejak dini.

“Oleh karenanya, pramuka harus diminati anak-anak. Kegiatan di pramuka juga harus menyenangkan bagi anak-anak senang. Karena saya menilai, pramuka cukup efektif melakukan sosialisasi bahaya narkoba serta memberikan motivasi bagi mereka,” pungkasnya.

Pewarta           : Samsul Arifin

Editor              : Mahrus Sholih

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password