Wow! PMR Bisa Buat Tandu dengan Mata Tertutup

Caption: Para peserta lomba membuat tandu dengan mata tertutup.

JEMBER, Indikator – Sekitar 15 kontingen Palang Merah Remaja (PMR) se-eks Karisedenan Besuki, berlomba membuat tandu dengan mata tertutup. Lomba yang diselenggaran, Sabtu (15/4/2017), di Kampus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Jember ini, untuk melatih anggota PMR membuat tandu dalam kondisi darurat tanpa cahaya.

“Tandu merupakan alat yang dipakai pada saat darurat, dengan lomba ini melatih peserta siap di segala kondisi. Jadi, meski keadaan gelap sekalipun masih bisa membuat tandu untuk mengangkat korban,” Kata Ketua Panitia Lomba Loka Praja Ananta, Wildan Al Aluf, disela-sela lomba.

Menurut dia, liga keterampilan PMR ini diselenggarakan dua tahunan yang dilakukan secara terbuka. Pada tahun ini ada 15 kontingen dari Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo yang mengikuti lomba. Di Jember, lomba ini diadakan oleh Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit IKIP PGRI Jember.

“Selain lomba buat tandu dengan mata tertutup juga ada lomba pertolongan pertama, kesehatan remaja, kepemimpinan, donor darah siswa (Doras), sanitasi kesehatan, kepalang-merahan, kesiap-siagaan bencana, paduan suara, dan cerdas tangkas,” ujarnya.

Wildan menambahkan, PMR adalah wadah pembinaan generasi muda yang dilaksanakan di sekolah dan di luar sekolah dalam proses pembinaan anggota remaja PMI. PMR juga bisa disebut sebagai kader PMI yang berusia remaja.

“Mereka difasilitasi peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap, sehingga menjadi remaja yang berkarakter kepalang-merahan, yaitu mengetahui, memahami, dan berperilaku sesuai dengan tujuh prinsip dasar gerakan palang merah dan Bulan Sabit Merah Internasional,” tukasnya. (Samsul)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password