Isa Mahdi Protes Surat Penonaktifan ke DPP Partai

Isa Mahdi Menunjukkan Surat DPP Hanura yang dinilai janggal

JEMBER – Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Hanura Jember non aktif, Isa Mahdi, memprotes surat penonaktifan dirinya sebagai ketua. Nota keberatan itu Ia sampaikan dengan mengirim surat ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura di Jakarta.

“Saya menilai ada keganjilan dalam surat pengangkatan pelaksana tugas (Plt) Ketua DPC Hanura Jember. Karena nomor surat dan tanggalnya berbeda,” katanya, kepada wartawan, Selasa (4/42017).

Menurut dia, surat DPP Hanura tertanggal 7 Februari 2017, ada yang ganjil. Surat bernomor : A/019/DPP-HANURA/I/2017, itu dikeluarkan pada Februari, sementara kode romawi di depan tahun, tertulis angka satu bukan dua. Padahal semestinya, kata Isa Mahdi, yang tertulis haruslah angka dua romawi, sesuai dengan bulan dikeluarkannya surat tersebut.

“Keanehannya bukan hanya itu, penandatanganan surat tersebut juga bukan dilakukan Ketua Umum Hanura, melainkan Wakil Ketua Umum Gede Pasek Suardika dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Sarifuddin Sudding,” ujarnya.

Oleh karenanya, dia merasa perlu mengkonfirmasi kejanggalan administrasi itu ke DPP Partai. Apalagi sampai saat ini, dirinya juga belum menerima surat penonaktifan dari DPP Hanura. Sehingga Ia merasa, belum dinonaktifkan secara resmi, dan menilai penetapan Plt Ketua DPC Hanura yang baru cacat administrasi. Sehingga, sambung dia, Musyawarah Cabang Luarbiasa (Muscablub) yang diwacanakan di Jember, juga dinilai cacat hukum secara aturan organisasi.

“Ini yang perlu kami konfirmasi dengan bentuk laporan ke Ketum DPP Hanura, Oesman Sapta Odang. Kenapa kok tiba-tiba sudah ada Plt pengganti saya,” katanya.

Kendati begitu, Isa Mahdi menampik jika dituding melawan apalagi memperkeruh suasana partainya. Sebab yang dia lakukan, sebatas menjaga marwah organisasi yang berdasarkan AD/ART partai. Ia menilai, AD/ART merupakan produk hukum tertinggi di internal partai, karena aturan tersebut adalah hasil musyawarah nasional yang menjadi forum tertinggi partai.

“Sebagai kader yang militan ke partai, Muscablub tak boleh ada demi menghormati AD/ART Hanura,” tandasnya. (Samsul)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password