Watam Gerak Jalan Kreasi dan Religi

JEMBER – Bukan sekedar gerak jalan biasa. Bahkan sudah mentradisi. Disebut Watam, karena akromim Watu Ulo dan Ambulu. Meski sempat vakum, Watam kembali aktif dua tahun silam berkat tangan dingin Camat Sutarman.

Menurut catatan Sutarman, gerak jalan tradisional itu sempat vakum 13 tahun. Kembali eksis, setelah masyarakat dan muspika sepakat, bahwa Watam harus dilestarikan demi mensuport obyek wisata lokal di Ambulu.

Watam masa kini, jauh berbeda dengan sebelumnya. Karena selain kreasi, ada konseptual religi. “Sekarang peserta Watam di beri waktu untuk melakukan salat,” akunya bangga.

Setiap peserta, diberi waktu sekitar 20 menitan untuk salat ashar dan magrib. Konsep itu dilakukan supaya olahraga, hiburan dan kewajiban salat lima waktu tetap terjaga. Seperti semangat Bupati Faida dan Wabup Abdul Muqit Arief.

Tak heran, jika peserta Watam di tahun 2016 mencapai 5 ribuan. Mereka bukan hanya warga Ambulu. Hadir dari kecamatan sekitar. “Selain itu juga ada bazar produk lokal,” imbuhnya.

Meski Watam telah usai, Rabu (23/11/2016), panitia menggelar kegiatan lanjutan. Pengundian hadiah utama motor. Pengundiannya digelar di Kantor Kecamatan Ambulu.

Kedepan, Watam akan kembali digelar lebih spektakuler di tahun berikutnya. Kekuatan konsep seni, akan lebih ditonjolkan. Terlebih, Kecamatan Ambulu dikenal sebagai daerah lahirnya seni di Kabupaten Jember. “Seni adalah nyawa warga Ambulu, yang akan terus di lestarikan,” katanya.

(Samsul : IndikatorOnline)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password