Diskusi Sengketa Pelantikan Dekanat Universitas Jember

JEMBER – Sebuah komunitas G-212 melakukan bedah opini koran yang membahas sengketa pelantikan dan rapuhnya kepemimpinan di Universitas. Polemik pelantikan calon dekan, konflik horizontal dan Vertikal di kalangan kampus terus atmosfer akademik yang menurun dan merebaknya perilaku progmatik di kalangan masyarakat kampus.

Diskusi terbuka yang difasilitasi oleh nurul hidayat selaku inisiator G-212, sekaligus sebagai penyaji materi. Diskusi tersebut di dampingi oleh Hermanto Rahman dan Agung Purwnto selaku humas Unej. Acara tersebut dilalukan di lapangan terbuka FISIP dan FIB Universitas Jember. kamis,(10/11/2016)

Gerakan tersebut mengandalkan 2 hal utama yaitu akal sehat dan nurani. Gerakan ini bukan dibuat hanya untuk menyikapi isu dekanat, ini hanya penyikapan kasus jangka pendek. G-212 juga akan mengawal isu yang melanggar hal utama di lingkup kampus, “Dampak pelantikan ini akan melebar kedimiensi hukum, sosial dan budaya masyarakat kampus,” kata Nurul Hidayat

Acara bedah opini koran ini sekaligus ujian bagi intelektualitas, integritas dan loyalitas pada nilai. Di tengah diakusi Kusnadi selaku senior pakar bahasa di Unej menjabarkan dan menetapkan secara bahasa. Dia menjelaskan sejarah pengangkatan Dekan selama ini di Kampus Unej, “Selama ini Rektor melantik dekan yang menang,” ujarnya

Pantawan IndikatorOnline di lapangan bahwa Hermanto Rahman dan Agung Purwanto tidak hadir dalam acara tersebut. Diskusi terbuka yang menyikapi dekanat unej tersebut akan di lanjutkan kamis minggu depan di depan gazebo FIB.

(Wildan Fu : IndikatorOnline)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password