Jember Memanas Gara-Gara Perkataan Ahok

JEMBER – Baner putih bertuliskan jangan lindungi si penista Al-Qur’an dan baner biru bertuliskan aksi damai bela Al-Qur’an. Terlihat ribuan orang menggunakan baju putih dan kopiyah putih lagi berjalan sambil memegang baner. Mereka juga membawa pamflet bertuliskan tangkap Ahok si penista Al-Qur’an, adili Ahok si penista Al-Qur’an dan membawa bendera Merah Putih.

Indonesia adalah Negara Hukum, tidak ada satupun warga negara Indonesia yang kebal akan hukum, sekalipun presiden apalagi hanya seorang gubernur. Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya tanpa pandang bulu, “Indonesia Negara hukum maka hukum harus ditegakkan,” kata Gerakan Ummat Islam Jember (GUIJ) pada waktu orasi di Alun-alun Jember.

Berkenaan dengan ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang melecehkan ayat suci Al-Qur’an dengan kalimat “Dibohongi pake surat Al-Maidah ayat 51”. Gerakan Ummat Islam Jember (GUIJ) merasa sangat terainggung dengan ucapan tersebut. GUIJ menilai Ahok telah menista kitab suci Al-Qur’an dan para ulama yang telah menyampikan isi kitab suci dan Agama Islam, “Dia sudah menghina kitab suci kami,” katanya.

GUIJ menyatakan sikap untuk mengawal penuh fatwa MUI terhadap penistaan agama yang dilakukan Ahok. Mendesak presiden Indonesia khususnya para penegak hukum dari kepolian, kejaksaan, dan pengadilan untuk segera dan cepat melakukan proses hukum terhadap Ahok tanpa intervensi dari manapun. Mendesak aparat penegak hukum untuk menangkap dan memenjarkan Ahok, “Kita ingin Ahok segera di adili tanpa intervensi dari manapun,” tegasnya dalam orasi.

(Samsul/Mynto : Indikatoronline)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password