Batik Notohadinegoro PD Pamerkan Produk Lokal

Buat Takjub Peserta Fashion Show Internasional di Bali

JEMBER – Keenam model berpose di sudut Alun-alun Jember malam itu. Mereka tampak begitu cantik dengan balutan batik yang termodifikasi begitu menarik. Apalagi saat mereka memainkan pose nakalnya.

Busana yang mereka kenakan sangat identik dengan Jember. Warna kainnya khas Batik Notohadinegoro. Tergambar jelas motif tembakau dan kopi yang kini menjadi karakter Jember. Sehingga saat mata kamera memotret para model, kecantikan begitu terpancar dengan tajam.

Hitam yang dibalut batik berwarna terang, tak lain hasil karya owner Griya Batik Notohadinegoro, Indhi Wulandari. Para model itu sengaja terlibat pengambilan gambar, sebagai salah satu syarat mengikuti HIPMI Fashion Week yang digelar di Bali Jumat – Sabtu (22-23/7/2016). Sebuah event fashion Internasional.

Kepada IndikatorOnline, Indhi sengaja memilih spot pengambilan gambar di Alun-alun Jember, karena dia ingin mempromosikan Jember melalui peragaan busana yang dia ikuti. Dia menyebut kesempatan, karena pesertanya berkelas Internasional. “Keinginannya memancing wisatawan dan investor datang ke Jember,” tuturnya.

Semakin memperkuat identitas Jember, Indhi pun tak ragu merancang daun dan biji kopi segar, menjadi aksesoris modelnya saat tampil di cat walk. Harapannya memancing audiens, supaya lagi-lagi tertarik pada produk lokal Jember. “Misinya sama dengan Bupati Jember, menggeliatkan produk lokal Jembern” pungkasnya.

Membanggakan. Sebab dari 8 disainer peserta yang tampil, hanya Jember satu-satunya yang percaya diri memamerkan produk lokal. Sementara peserta lainnya bangga dengan brand Internasional.

(Samsul : IndikatorOnline)

1 Comment

  • Queen salon Reply

    25 July 2016 at 12:43

    Sukses end maju terus untuk jember lebih maju..

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password