Begini Gaya Pemerintahan Faida Muqit ‘Menyulap’ Desa jadi Pemkab

Faida menyempatkan berdialog dengan seorang nenek sebelum masuk ke kantor Desa Sanenrejo, Tempurejo.

JEMBER – Memboyong sejumlah SKPD ke desa, menjadi pola baru kepemimpinan Bupati Faida – Muqit. Kantor desa ‘disulap’ menjadi kantor bupati meski cuma sehari. Sejumlah warga desa pun, dilayani langsung oleh bupati perempuan pertama Jember.

Desa yang didatangi, merupakan desa pilihan. Sebuah desa yang dinilai butuh perhatian khusus. Meski bupati harus menggilir desa tujuan. Sinergiitas antar dinas pun, mulai dilibatkan di pelayanan pemkab masuk desa.

“Sebelum berangkat, kami identifikasi apa saja pelayanan yang dibutuhkan desa tujuan. Koordinasi, kemudian dinas terkait bersama-sama turun ke desa,” jelas Faida, Jumat (13/5/2016). Tujuannya, efisiensi sebuah kinerja pemerintah untuk rakyatnya.

Salah satu bukti konkrit saat bupati datang ke Tempurejo. Pelayanan Dispendukcapil seperti perekaman e-KTP, pembuatan KK, hingga akte kelahiran yang tegas digratiskan. Begitupula Dinas Perkebunan dan Kehutan yang bertugas melakukan penanam bibit pohon produktif. Dinas peternakan yang melakukan inseminasi buatan (kawin suntik).

Bukan pelayanan yang dirasakan warga. Melainkan merasa terhibur karena desa yang dikunjungi ramai. Terpenting kata Faida, masyarakat sadar bahwa Jember ada pelayanan gratis. “Kalau ada pungutan pembuatan administrasi kependudukan, lapor saya. Akan saya ganti biayanya tiga kali lipat,” tegasnya.

Ketegasan sang bupati menunjukkan keseriusan memimpin dengan hati. Bupati sadar, kontrol pelayanan publik butuh banyak mata yang mengawasi. Terdepan, pengawasan publik yang diharapkan. (ref)

1 Comment

  • Rizky Reply

    14 May 2016 at 20:05

    Sukses terus ibu faida

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password